Maria Walanda Maramis dan Pahlawan Lain Pernah Jadi Google Doodle

Google Doodle

Nama lengkapnya adalah Maria Josephne Catherine Maramis, beliau merupakan pahlawan Nasional Indonesia. Menjadikan beliau sebagai Google Doodle merupakan upaya Google untuk menghormati dan memberi penghargaan bagi orang-orang yang memiliki kontribusi bagi dunia.
Google Doodle ditampilkan pada waktu-waktu tertentu, seperti peringatan hari besar tertentu hingga hari kelahiran tokoh yaang berjasa bagi dunia.
Tak hanya Maria Walanda Maramis, Google juga pernah menampilkan beberpa tokoh Indonesia lainnya sebagai Doodle.
Berikut adalah tokoh-tokoh Indonesia yang pernah menjadi Google Doodle.
1. Maria Walanda Maramis
Karena kontribusi dan dedikasinya, beliau diberi gelar Pahlawan Pergerakan Naasional dari pemerintah Indonesia pada 20 Mei 1969. Pada 8 Juli 1917 Maria bersama beberapa orang mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) sebagai bentuk kesadaran peran ibu dalam keluarga. Tujuan didirikannya PIKAT adalah untuk mendidik para wanita mengenai hal-hal rumah tangga, seperti memasak, menjahit, merawat bayi, dan lain sebagainya.
2. Dewi Sartika
Dewi Sartika menjadi Google Doodle pada hari Minggu (4/12/2016) di hari ulang tahunnya yang ke-132, dilansir dari Tribun Timur. Dewi Sartika adalah pahlawan nasional yang menjadi perintis pendidikan bagi kaum perempuan. Peninggalan beliau adalah Sekolah Isteri Pedopa. Dewi Sartika lahir si Sunda 4 Desember 1884 dan meninggal di Cineam, Tasikmalaya 11 September 1947 pada usia 62 tahun.
3. RA Kartini
Setiap kali merayakan “Hari Kartini”, Google pun turut serta memperingatinya. Google Doodle menampilkan sosok RA Kartini dengan nuansa etnik. RA Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Baliau dikenal dengan bukunya berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
4. Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara, lahir di Yogyakarta 2 Mei 1889, merupakan Bapak Pendidikan Indonesia. Salah satu dedikasinya untuk pendidikan pribumi Indonesia diwujudkannya dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa. Beliau dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden Soekarno pad 28 November 1959. Dilansir dari Tribun Timur, Ki Hajar Dewantara menjadi Gogle Doodle pada 2 Mei 2015 bertepatan dengan hari pendidikan, dan hari ulang tahunnya yang ke-126 Ki Hajar Dewantara.
5. Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer menjadi Google Doodle pada Senin (6/2/2017) dilansir dari Tribun Timur. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-92. Pram adalah seorang penulis “Tetralogi Buru”, karyanya itu telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa.
6. Samaun Samadikun
Prof. Dr. Samau Samadikun menjadi Google Doodle pada 15 April 2016, dilansir dari Tribun Timur. Samaun Samadikun oleh ilmuwan dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika. Samaun Samadikun memperoleh The 1998 Award of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk menghargai dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan. Beliau lahir di Magetan, Jawa Timur, 15 April 1931 dan meninggal di Jakarta, 15 November 2006 pada umur 75 tahun.
7. Bagong Kuusdiarja
Bagong Kuusdiarja lahir di Yogyakarta, 9 Oktober 1928. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Yogyakarta, 15 Juni 2004 pada umur 75 tahun. Kussudiarja tercatat sebagai salah seorang Koreografer dan Pelukis Indonesia. Bagong memulai kariernya sebagai penari Jawa klasik di Yogyakarta pada 1954. Bagong sendiri berkenalan dengan seni tersebut melalui Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang dipimpin oleh Pangeran Tedjokusumo, seniman tari ternama. Bagong mendirikan Pusat Latihan Tari (PLT) pada 5 Maret 1958 dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978. Selama hidupnya, lebih dari 200 tari telah diciptakan, dalam bentuk tunggal atau massal, diantaranya; tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, dan Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), juga Bedaya Gendeng (1980-an).
Sumber :

(Visited 23 times, 1 visits today)

Comments

comments